"Untuk melengkapi infrastruktur, kita rencanakan bangun pembangkit listik tenaga batubara di kawasan tersebut. Kami harap, pembangunan ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat," jelas Chairman Jababeka Group, SD Darmono di Jakarta, Senin (13/7).
Darmono menambahkan, hasil dari pembangkit listrik berdaya 600 MW ini dikhususkan untuk memasok energi ke KIP. Menurutnya, pembiayaan PLTU ini akan ditanggung oleh perusahaan serta mitra usaha di Jababeka selaku pengembang KIP, yaitu Sembawang Corporation yang berasal dari Singapura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang mengajukan izin tersebut. Saya harap sih secepatnya, bahkan kalau bisa kita sudah bangun pembangkit itu kemarin. Semuanya, termasuk masalah kapan izin keluar, tergantung PLN," jelasnya.
Perusahaan pun juga telah merogoh kocek sebanyak US$ 50 juta untuk mengembangkan kawasan industri ini. Rencananya, harga tanah per meter perseginya akan dibanderol seharga US$ 70 sampai US$ 80. (ags)