Kembangkan Kendal Industrial Park, Jababeka akan Bangun PLTU

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Senin, 13/07/2015 19:54 WIB
Kembangkan Kendal Industrial Park, Jababeka akan Bangun PLTU Ilustrasi PLTU. ( Dok.Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan pengembang kawasan industri, PT Jababeka, berencana membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 600 Megawatt (MW) sebagai kelengkapan infrastruktur Kendal Industrial Park (KIP) yang tengah dikembangkan perseroan. Rencananya, pembangkit listrik ini akan dibangun di sisi barat kawasan industri.

"Untuk melengkapi infrastruktur, kita rencanakan bangun pembangkit listik tenaga batubara di kawasan tersebut. Kami harap, pembangunan ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat," jelas Chairman Jababeka Group, SD Darmono di Jakarta, Senin (13/7).

Darmono menambahkan, hasil dari pembangkit listrik berdaya 600 MW ini dikhususkan untuk memasok energi ke KIP. Menurutnya, pembiayaan PLTU ini akan ditanggung oleh perusahaan serta mitra usaha di Jababeka selaku pengembang KIP, yaitu Sembawang Corporation yang berasal dari Singapura.


Namun sayangnya, Darmono tak mau membeberkan berapa nilai investasi serta kapan pembangkit listrik ini rampung. Ia hanya mengatakan konsorsium kedua perusahaan ini tengah mengajukan izin pembangunan PLTU kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Kami sedang mengajukan izin tersebut. Saya harap sih secepatnya, bahkan kalau bisa kita sudah bangun pembangkit itu kemarin. Semuanya, termasuk masalah kapan izin keluar, tergantung PLN," jelasnya.

Selain pembangkit listrik, perusahaan juga akan membangun sistem pembuangan limbah, jaringan air bersih, dan tempat tinggal pekerja untuk melengkapi infrastruktur kawasan industri seluas 2.700 hektare tersebut. Sejauh ini, pengembang sedang menggarap lahan tahap 1 dengan luas 860 hektare dan tengah membebaskan lahan seluas 500 hektare dengan nilai Rp 531 miliar.

Perusahaan pun juga telah merogoh kocek sebanyak US$ 50 juta untuk mengembangkan kawasan industri ini. Rencananya, harga tanah per meter perseginya akan dibanderol seharga US$ 70 sampai US$ 80. (ags/ags)