Seperti dilansir Reuters, kekhawatiran Brexit memukul pasar properti Inggris dan menjatuhkan pound sterling ke level terendah dalam 31 tahun. Sementara data ekonomi China dalam beberapa pekan mendatang kemungkinan menunjukkan perdagangan dan investasi yang lemah.
Para pedagang juga mengutip data dari perusahaan intelijen pasar, Genscape, yang menunjukkan adanya tambahan 230.025 barel pada hub penyimpanan di Cushing, Oklahoma untuk minyak mentah berjangka AS, selama seminggu sampai 1 Juli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga minyak Brent berjangka turun US$2,14 atau 4,3 persen ke level US$47,96 per barel, sedangkan minyak mentah AS turun US$2,39 atau 4,9 persen, menjadi berakhir pada US$46,60.
"Peningkatan produksi OPEC mengancam rebalancing yang diantisipasi oleh pasar global," kata Tim Evans, spesialis energi berjangka Citi Futures di New York.
Di Libya, di mana produksi minyak telah melambat akibat konflik, perusahaan minyak nasional setuju untuk bergabung dengan rival domestik, meningkatkan harapan anggota OPEC bisa mulai untuk memompa lebih banyak. (gir)