Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam mengaku, perseroan telah menerima surat balasan dari Inpex Corporation terkait keinginan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak dan gas itu menguasai 20 persen saham kontraktor blok Masela itu. Dalam surat tersebut, ujarnya, Inpex menyatakan belum tertarik mendiksusikan tawaran tersebut karena lebih memprioritaskan revisi rencana pembangunan (Plan of Development/PoD), yang awalnya berada di tengah laut (offshore) menjadi di darat (onshore).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, ia belum mau menyebut jumlah dana yang disiapkan Pertamina untuk aksi korporasi tersebut. Ia hanya mengatakan, Perseroan telah menyiapkan sejumlah dana agar proses pembelian saham Inpex bisa berjalan dengan mulus.
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto menerangkan, perusahaan sudah lama mengincar partisipasi di blok Masela dan sudah mengajukan surat penawaran pada 2011. Namun, baru-baru ini saja Inpex mengundang Pertamina untuk masuk ke dalamnya.
"Itu sebenarnya sudah lama kami ingin minta masuk, namun pada waktu itu Inpex belum menyatakan minatnya. Tapi belakangan, Inpex mulai mengundang," ujar Dwi ditemui di kantornya, Kamis bulan lalu.
Sesuai dengan penandatanganan PSC Blok Masela pada 1998, porsi bagi hasil Inpex terhitung sebesar 40 persen, sedangkan pemerintah kebagian 60 persen. Selain itu, kini Inpex memiliki 65 persen hak partisipasi Blok Masela, sedangkan 35 persen sisanya dikuasai oleh Shell Upstream Overseas Services Ltd. (ags)