Ketua Umum HKI Sanny Iskandar mengutip data Colliers International Indonesia menyebut penjualan kawasan industri di Greater Jakarta tercatat sebesar 48,42 hektare, atau hanya 6,9 persen dari target awal.
"Melihat kondisi seperti demikian, mau tak mau kami revisi target. Jadi intinya target penjualan sama seperti tahun lalu, sekitar 400-an hektare saja," jelas Sanny, Rabu (13/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa tahun kemarin memang ada investasi otomotif yang satu perusahaannya bisa menggunakan lahan sampai 100 hektare. Dan memang lahan industri seperti itu, semuanya beli lahan sekaligus, tapi semuanya tidak langsung dibangun. Sedikit-sedikit lahannya digunakan, dan kalau ada pengembangan baru nanti tetap pakai lahan sama," terangnya.
Kendati sampai paruh pertama tahun ini kinerja perusahaan pengelola kawasan industri jauh dari memuaskan, Sanny optimistis kondisinya akan membaik di semester II. Pasalnya, ada beberapa transaksi lahan industri yang akan direalisasikan (financial closing) pada periode mendatang.
"Dengan beberapa financial closing tersebut, kami berharap bisa memenuhi target kami yang direvisi, sebesar 400 hektare," terang Sanny.
Sepanjang tahun lalu, lahan industri di Jakarta dan sekitarnya terjual sebanyak 347,51 hektare, atau menurun 79 persen dibanding tahun sebelumnya dengan angka 440,2 hektare. Lahan-lahan terjual itu sebagian besar digunakan untuk sektor makanan dan minuman (31,39 persen) dan otomotif (26,56 persen).
Sebagai informasi, HKI menaungi 69 kawasan industri dengan luas area 45.327,82 hektare yang tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi per Desember 2015. Dari angka tersebut, sebanyak 11.731,4 hektare, atau 25,88 persen dari total luas lahan HKI, telah dilakukan pembangunan dengan jumlah tenant sebanyak 9.109 tenant. (gen)