"Kami masih akan rapat lagi dengan Kementerian BUMN. Kami harus rumuskan dengan baik pihak mana saja yang akan menerbitkan saham, mana saja yang akan menerbitkan surat utang, atau mana yang sekuritisasi," kata Menko Perekonomian Darmin Nasution ditemui di Gedung Ali Wardhana, Kamis (14/7).
Darmin mengatakan, selain dapat memutuskan untuk berinvestasi dalam proyek pemerintah di dalam negeri, para peserta program pengampunan pajak juga mungkin saja memilih untuk memperluas usaha pribadi yang selama ini sudah ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39/2009, KEK adalah kawasan dengan batas tertentu dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ditetapkan untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu.
Selain itu, Darmin menuturkan, privatisasi BUMN juga bisa menjadi instrumen bagi orang-orang yang ingin mengikuti tax amnesty untuk menempatkan dana.
"Karena ada yang right issue. Bahkan dalam waktu seminggu ini kami perlu melihat jumlah penerbitan obligasi, sekuritisasi, dan dana investasi real estat (DIRE)," kata dia.
Terkait dengan DIRE, Kemenko Perekonomian akan mengundang pemerintah daerah terkait agar diberi keringan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), terutama bagi properti dan infrastruktur yang membutuhkan tanah yang banyak.
(ags)