Donna Priadi, Communication and Relations Manager PHE ONWJ mengatakan, pembicaraan tersebut masih dalam tahap informal dan belum ada permintaan resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait hal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami hanya penyelenggara, dan kami hanya ditunjuk pemerintah terkait hal ini. Tapi kalau ditunjuk, kami bisa menindaklanjuti hal ini," jelasnya.
Tingginya harga gas itu disebabkan oleh mahalnya teknologi pemisahan gas yang digunakan, mengingat 34 persen gas lapangan Jambaran-Tiung Biru mengandung karbon dioksida dan hidrogen sulfida. Sementara itu, Pupuk Kujang makin membutuhkan harga gas yang lebih murah karena harga pupuk internasional juga tengah melesu.
Sebelumnya, Direktur Utama PEPC, Adriansyah, mengatakan instansinya sudah sepakat dengan PT Pupuk Kujang agar alokasi gas dipasok dari lapangan lain di blok Cepu. Namun, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, alokasi gas bagi pabrik Pupuk Kujang Cikampek akan diambil dari Wilayah Kerja (WK) lain. (ags)