Seperti dilansir Reuters, pada sesi sebelumnya, harga minyak Brent dan WTI AS naik hingga 1 persen setelah Administrasi Informasi Energi (EIA) mengatakan persediaan minyak mentah turun 2,3 juta barel pekan lalu, dibandingkan perkiraan untuk penurunan 2,1 juta barel.
Namun, persediaan minyak mentah AS berada pada historis tinggi di angka 519,5 juta barel pada tahun ini. Sementara stok minyak mentah dan produk minyak AS naik ke level tertinggi 2,08 juta barel setelah stok bensin membukukan 911 ribu barel selama musim panas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar secara teknis lemah, persediaan masih tinggi untuk musim panas, musim pemeliharaan mesin tidak jauh dan kita punya persedian yang sangat banyak," kata Pete Donovan, broker Liquidity Energy di New York.
Ekonom senior bidang energi ABN AMRO Hans van Cleef mengatakan harga minyak Brent bisa anjlok ke level US$42-US$43.
"Dalam jangka waktu dekat, masih ada beberapa risiko pelemahan," katanya. (gir)