Dijono, Direktur Bisnis II Pegadaian menuturkan, perseroan melihat peluang bisnis dari pembiayaan gadai non-emas dengan maraknya pergadaian swasta. Apalagi, tidak akan lama lagi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai meresmikan usaha gadai swasta.
"Kami pernah berjaya kan dengan bisnis gadai non-emas, seperti kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua, televisi, laptop dan ponsel. Sekarang, kami akan kembangkan lagi, ceruk pasarnya masih besar," ujar Dijono kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rupanya, bisnis gadai non-emas masih diminati. Akhir tahun lalu, kami membukukan pembiayaan sebesar Rp200 miliar. Per Juni 2016, pembiayaannya sudah mencapai Rp700 miliar. Ini berarti, peluangnya memang besar," terang dia.
"Sekarang ini, gerai-gerai kecil yang punya kantor cabang yang besar, bisa terima gadai non-emas. Nanti mereka yang salurkan. Tetapi, belum semua. Kami mulai gencar pembiayaan non-emas ini terutama di Jawa ya," pungkasnya.
Sebagai informasi, hingga Juni 2016, Pegadaian tercatat membukukan total pembiayaan Rp32,6 triliun atau naik 6,4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dengan total pembiayaan gadai non-emas sebesar Rp700 miliar per Juni, berarti kontribusi bisnis gadai non-emas masih kurang dari tiga persen. (bir)