Pasca Brexit, Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan Perancis
Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Selasa, 02 Agu 2016 04:29 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia siap memperkuat kerjasama ekonomi dengan Perancis yang dinilai sebagai mitra dagang strategis.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat bertemu Duta Besar Perancis untuk Indonesia H.E. Mrs. Corrine Breuzé, Jumat (29/7) pekan lalu, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
“Saya percaya bahwa ekonomi Indonesia dan Perancis saling melengkapi. Karena itu, penting kiranya untuk peningkatan kerjasama ekonomi di beberapa bidang,” tutur Darmin dalam keterangan resmi, dikutip Senin (1/8).
Darmin mengungkapkan bidang usaha yang paling diminati investor asal Perancis antara lain transportasi, komunikasi, listrik, gas, air, industri makanan, barang kimia serta farmasi.
Ke depan, Darmin berharap realisasi investasi kerjasama bilateral Indonesia-Perancis bisa meningkat dan menyebar ke seluruh Indonesia, khususnya ke daerah Timur Indonesia.
Oleh karenanya, untuk mendongkrak nilai investasi, Pemerintah Indonesia telah melakukan terobosan melalui serangkaian Paket Kebijakan Ekonomi yang diluncurkan sejak September 2015.
“Paket ini berisi berbagai kebijakan mulai dari perampingan perizinan investasi, revisi daftar negatif investasi, percepatan pembangunan infrastruktur dan lainnya,” lanjut Darmin.
Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan mencatat, tahun lalu, nilai total perdagangan antara Indonesia dan Perancis mencapai US$2,3 miliar atau turun 9,4 persen jika dibandingkan periode sebelumnya, US$2,35 miliar. Sementara, realisasi investasi Perancis di Indonesia tercatat US$131,6 juta untuk 197 proyek. (gen)
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat bertemu Duta Besar Perancis untuk Indonesia H.E. Mrs. Corrine Breuzé, Jumat (29/7) pekan lalu, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
“Saya percaya bahwa ekonomi Indonesia dan Perancis saling melengkapi. Karena itu, penting kiranya untuk peningkatan kerjasama ekonomi di beberapa bidang,” tutur Darmin dalam keterangan resmi, dikutip Senin (1/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Paket ini berisi berbagai kebijakan mulai dari perampingan perizinan investasi, revisi daftar negatif investasi, percepatan pembangunan infrastruktur dan lainnya,” lanjut Darmin.
Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan mencatat, tahun lalu, nilai total perdagangan antara Indonesia dan Perancis mencapai US$2,3 miliar atau turun 9,4 persen jika dibandingkan periode sebelumnya, US$2,35 miliar. Sementara, realisasi investasi Perancis di Indonesia tercatat US$131,6 juta untuk 197 proyek. (gen)