Gubernur BI Agus D.W Martowardojo mengatakan, akibat perlambatan tersebut BI pun memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini dari 3,8 persen menjadi 3,1 persen.
"Perekonomian dunia belum menggembirakan. Kondisi yang membuat semakin tidak cerah adalah harga komoditi yang masih rendah dan belum bangkit," ujar Agus dihadapan para Gubernur Daerah dalam acara sarasehan di Gedung BI Pusat, Rabu (3/8) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun daerah yang pada kuartal I 2016 mengalami pertumbuhan negatif antara lain, Kalimantan Timur yang minus 1,3 persen. Sementara D.I Aceh mengalami perlambatan, setelah hanya tumbuh 3,96 persen.
Namun secara nasional, Agus menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,92 persen apda kuartal I masih cukup baik. Meski terus menurun sejak tiga tahun terakhir, kondisi tersebut dinilai lebih baik dari sejumlah negara.
"Jika dibandingkan dengan negara-negara seperti Turki, Brazil, Rusia kita jauh lebih beruntung, karena pertumbuhan mereka sudah negatif," terang Agus.
Mantan Menteri Keuangan itu mengatakan, Kepala Daerah memiliki peran sebagai penyambung kebijakan pemerintah pusat. Oleh karena itu Kepala Daerah harus senantiasa mendukung upaya pemerintah pusat dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
"Yang pertama harus pegang adalah mencari pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan konsisten. Dan juga harus meyakinkan kebijakan yang diambil harus konsisten antara satu sektor denga sektor lain atau antara pusat dan daerah," katanya. (ags)