Peningkatan laba bersih ditopang oleh bertambahnya penyaluran kredit sebesar 23,42 persen menjadi Rp3,63 triliun pada seluruh segmen. Kredit komersil mengalami peningkatan 45,5 persen menjadi Rp2,11 triliun, sementara kredit UMKM naik tipis sebesar 0,65 persen menjadi Rp1,41 triliun, dan kredit konsumer meningkat 22,65 persen menjadi Rp120,43 miliar.
Direktur Utama Bank Mayora Irfanto Oeij mengatakan, kinerja sepanjang paruh pertama tahun ini didukung oleh kontribusi pendapatan bunga bersih yang meningkat 36,3 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, perlambatan pertumbuhan ekonomi berimbas pada kenaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL Gross) sebesar 2,55 persen.
DPK Melonjak
Sementara itu, perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mayora hingga semester I tahun ini mencapai Rp4,3 triliun atau tumbuh 22,18 persen dengan level loan to deposit ratio (LDR) berada di posisi 83,82 persen. Komposisi pendanaan masih didominasi oleh deposito (69 persen), kemudian giro (17 persen), dan tabungan (14 persen).
Per Juni 2016, total aset Bank Mayora tercatat sebesar Rp5,6 triliun, naik 20,86 persen dibandingkan enam bulan pertama tahun lalu sebesar Rp 4,63 triliun. Pertumbuhan aset tersebut disertai dengan kemampuan Bank menjaga rasio permodalan (CAR/capital adequacy ratio) di level 25,84 persen.
Kedepannya, bank yang memiliki spesialisasi penyaluran kredit UMKM itu optimistis dengan hasil laporan kinerja yang positif pada semester pertama akan menjadi pondasi keuangan yang kokoh bagi Bank Mayora untuk membukukan hasil kinerja yang lebih baik di periode selanjutnya.
Terlebih Bank Mayora juga optimis dengan stimulus kebijakan pemerintah melalui tax amnesty dan penurunan suku bunga acuan akan memacu likuiditas mengalir lebih deras dan permintaan kredit kembali normal.
"Karena itu, hingga akhir 2016, kami akan tetap fokus menjaga kualitas aset, dan portfolio pendanaan di posisi yang seimbang serta berhati-hati terhadap penyaluran kredit dengan selalu memperhatikan asas kehati-hatian dalam setiap segmen," kata Irfanto. (gen)