Selisih kurang antara penerimaan dan belanja negara tersebut membengkak dibandingkan dengan target defisit APBN 2016 yang sebesar Rp296,7 triliun atau 2,35 persen PDB.
Dalam pidato Presiden Joko Widodo dalam rapat paripurna DPR siang ini, Selasa (16/8), terungkap penyebab pelebaran defisit fiskal pada tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari sisi belanja negara, meski dipangkas Rp12,9 triliun menjadi Rp2.070,5 triliun masih tetap lebih besar dari setoran yang diharapkan masuk ke kas negara.
Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pemboayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total utang pemerintah hingga akhir tahun lalu (2015) mencapai Rp3.165,17 triliun atau 27,4 persen dari PDB. Kecenderungan rasio utang meningkat dalam lima tahun sebelumnya, dimana pada 2014 debt to GDP Indonesia sebesar 24,7 persen PDB (Rp2.608,8 triliun). (ags/gen)