Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina mengatakan, naiknya produksi migas tersebut ditopang oleh peningkatan produksi dari Blok Cepu.
Disebutkan Wianda, produksi Blok Cepu naik 148 persen jadi 77 ribu BOEPD dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 31 ribu BOEPD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Wianda menuturkan peningkatan produksi juga ditopang dari kenaikan produksi migas konsolidasi PT Pertamina Hulu Energi menjadi 189 ribu BOEPD dari sebelumnya 149 BOEPD.
Produksi minyak Pertamina pada tujuh bulan pertama tahun ini, baik dari luar negeri maupun lapangan di dalam negeri, mencapai 307 ribu bph, naik 11,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 275 ribu bph.
Sedangkan produksi gas sebesar 1.932 MMSCFD naik 12,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 1.712 MMSCFD.
Satya W Yudha, Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengatakan kinerja produksi migas Pertamina sangat bagus dan patut diapresiasi. Apalagi di saat kondisi harga minyak yang masih rendah.
“Ini menunjukkan Pertamina melakukan operasi migas yang baik,” tukas dia.
Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif Reforminer Institute menambahkan, pencapaian kinerja produksi Pertamina merupakan tren bagus yang perlu dipertahankan.
“Ini juga menegaskan komitmen pertamina dalam pemenuhan energi domestik tetap dilakukan, meskipun harga minyak rendah,” tandasnya.
Menurut Komaidi, untuk mendukung kinerja Pertamina di sektor hulu migas, pemerintah bisa memperlakukan Pertamina seperti halnya Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang lain.
“Bahkan, jika memang perlu diberikan insentif pemerintah perlu memberikan itu,” kata dia. (gen)