Terjun ke Fintech, Sinarmas Gandeng Cashlez dan Dimo Pay

Gentur Putro Jati | CNN Indonesia
Selasa, 30 Agu 2016 17:45 WIB
Dengan menggandeng Cashlez dan Dimo Pay, Bank Sinarmas ingin menghilangkan kesulitan pembayaran yang dilakukan nasabahnya jika menggunakan mesin EDC. Dengan menggandeng Cashlez dan Dimo Pay, Bank Sinarmas ingin menghilangkan kesulitan pembayaran yang dilakukan nasabahnya jika menggunakan mesin EDC. (Dok. Bank Sinarmas).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Sinarmas Tbk menyatakan kesiapannya terjun ke persaingan bisnis layanan keuangan berbasis teknologi (fintech) tahun ini. Tidak tanggung-tanggung, Bank Sinarmas menggandeng dua perusahaan penyedia layanan pembayaran digital yaitu PT Cashlez Worldwide Indonesia dan PT Dimo Pay Indonesia.

“Sesuai dengan visi kami, Bank Sinarmas akan terus memperluas layanan berbasis digital bagi para nasabah. Selain meningkatkan efisiensi, penggunaan metode-metode baru dalam pembayaran digital akan menjaga layanan kami selalu sejalan dengan kemajuan teknologi,” ujar Freenyan Liwang, Direktur Utama Bank Sinarmas usai meneken memorandum of understanding dengan Cashlez dan Dimo Pay, Selasa (30/8).

Freenyan menuturkan, pembayaran transaksi secara digital telah lazim dilakukan dalam 15 hingga 20 tahun terakhir. Namun pembayaran melalui sistem daring menggunakan kartu kredit atau debit lazimnya hanya dilakukan melalui mesin EDC atau Electronic Data Capture.


Mesin ini dipinjamkan oleh bank kepada pemilik bisnis, untuk meregistrasi pembayaran dengan cara menggesekkan kartu di mesin EDC. Bank akan melakukan instalasi EDC dan memberitahukan cara penggunaannya. Setelah itu, Bank juga akan melakukan pengkinian piranti lunak pada EDC.

“Namun, karena biaya investasi yang besar dan proses instalasi serta perawatan yang rumit, mesin EDC biasanya hanya digunakan oleh pemilik bisnis atau layanan jasa berukuran besar,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesulitan lain yang umum terjadi pada pemakaian mesin EDC adalah konsumen gagal melakukan pembayaran karena koneksi yang buruk menyebabkan mesin EDC sulit tersambung ke internet.

Sementara dengan menggandeng Cashlez, nasabah Bank Sinarmas bisa melakukan pembayaran transaksi secara digital cukup dengan menggunakan aplikasi Cashlez di telepon pintar miliknya.

“Tidak seperti mesin EDC, koneksi aplikasi Cashlez dan card reader hanya memerlukan low bandwidth, sehingga kemungkinan kegagalan koneksi sangat kecil. Cashlez juga menerima semua jenis kartu kredit dan debit,” imbuh Tee Teddy Setiawan, Direktur Utama Cashlez.

Sementara Direktur Utama Dimo Pay Brata Ruzano Rafly menuturkan, perusahaannya bisa menyediakan mobile point-of-sales (mPOS) yang dapat digunakan oleh nasabah Bank Sinarmas untuk bertransaksi dengan metode daring.

Bedanya, Dimo Pay menggunakan sistem yang disebut Pay by QR. Nantinya, nasabah cukup memindai kode QR yang dikeluarkan oleh merchant. Pay by QR terdapat di dalam aplikasi e-wallet sebagai fitur pembayaran dengan kode QR.

“Dengan begitu, layanan ini tidak berdiri sendiri dan tidak bersaing dengan layanan e-money yang sudah ada. Aplikasi e-wallet yang sudah mengintegrasikan solusi ini antara lain adalah Simobi dari Bank Sinar Mas dan Uangku, aplikasi pembayaran keluaran Smartfren,” jelas Brata.

Freenyan berharap kerjasama yang dibuat bank yang dipimpinnya dengan penyedia layanan pembayaran digital dapat memperluas inklusi keuangan di kalangan UMKM, sekaligus membuat masyarakat menjadi melek teknologi. (gen/gen)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER