The FinLab merupakan program akselerasi yang mengumpulkan startup-startup potensial yang mampu mengubah teknologi baru menjadi layanan finansial. Bagi UOB, startup binaannya tersebut membuat layanan perbankannya lebih mudah, aman, dan bernilai tambah.
“Dari sekitar 200 startup fintech yang ingin bekerja sama dengan kami, ada delapan di antaranya yang saat ini telah berkolaborasi melalui The FinLab. Masing-masing memperoleh S$ 30.000 untuk menciptakan ekosistem fintech dan melengkapi layanan kami kepada nasabah,” ujar Janet Young, Head of Group Channels and Digitalisation UOB, Rabu (31/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Startup fintech yang dirangkul UOB sendiri akan melayani seluruh wilayah operasional perusahaan di dunia, tak terkecuali Indonesia. Apalagi, Janet menilai, operasional di Indonesia yang masih sangat potensial, mengingat indeks keuangan inklusif (IKI) nasional masih berkisar 36 persen.
“Permintaan pasar terhadap layanan perbankan di Indonesia masih sangat tinggi. Makanya, kami ingin tingkatkan layanan nasabah untuk menggarap pasar yang lebih luas lagi. Startup fintech akan membantu kami ke arah sana,” pungkasnya. (gen)