“Kami masih mengkaji dampak virus Zika terhadap permintaan paket wisata ke Singapura,” ujar Sekretaris Perusahaan Panorama Karsono, Jumat (2/9).
Ia membayangkan, masyarakat yang sudah memiliki rencana berlibur ke Singapura bisa saja menjadwalkan ulang atau bahkan mengalihkan tujuan liburannya ke negara lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi hanya untuk yang berlibur saja mungkin akan memikirkan kembali sehubungan dengan travel advisory yang telah diterbitkan oleh pemerintah” ungkapnya.
Namun, Karsono menjelaskan pengguna jasa Panorama tidak terlalu banyak yang memesan paket perjalanan wisata ke Singapura. Jepang disebutnya masih menjadi negara pilihan utama dari klien-klien perusahaan.
Untuk diketahui, sampai paruh pertama tahun ini lini bisnis wisata dan rekreasi memberi kontribusi pendapatan paling besar bagi Panorama Sentrawisata yaitu mencapai Rp968,23 miliar. Sementara lini bisnis inbound menyumbang pendapatan sebesar Rp194,19 miliar, dan media sebesar Rp5,86 miliar.
Secara keseluruhan Panorama mengantongi pendapatan Rp1,18 triliun selama semester I 2016, tumbuh 8,25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,09 triliun.
Pertumbuhan tersebut mendongkrak naik laba periode berjalan perusahaan menjadi Rp30,77 miliar atau 2,84 persen dari sebelumnya Rp29,92 miliar. (gen)