Perusahaan pelat merah di sektor minyak dan gas bumi (migas) tersebut mencatat adanya peralihan konsumsi BBM jenis premium ke BBM dengan oktan yang lebih tinggi, yakni pertalite RON 90 dan pertamax RON 92.
Masyarakat pun mengakui besarnya perbedaan kualitas premium, dengan pertalite, apalagi dengan pertamax series seimbang dengan harga yang harus dibayarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra Saputra, Koordinator Wilayah Depok Honda Tiger Mailing List (HTML) menilai pergeseran konsumsi BBM juga didorong oleh semua jenis kendaraan bermotor baru yang diproduksi mengharuskan penggunaan BBM kualitas tinggi dengan RON di atas 90.
“Beda harga dan kualitas berpengaruh pada tenaga yang dihasilkan oleh motor. Sekarang kesadaran masyarakat untuk membeli BBM berkualitas juga meningkat,” jelasnya, Rabu (7/9).
Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif Reforminer Institute, juga mengakui adanya pergseran pola konsumsi dari premium ke BBM khusus. Komaidi mengaku telah menggunakan BBM dengan RON 92 menyesuaikan spesifikasi dari kendaraan yang digunakan sehari-hari.