"Tahun ini pemerintah masih sanggup memberikan PMN untuk kemajuan ekonomi BUMN tapi tahun depan, BUMN harus membayar pajak lebih banyak lagi kepada ekonomi nasional," ungkap JK, Kamis (8/9).
Meski demikian, setidaknya sampai 2017, JK masih memberikan pemakluman akan aliran PMN yang masih diberikan kepada perusahaan-perusahaan BUMN agar dapat menggenjot beberapa proyek infrastruktur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Efisiensi layanan yang akan memenangkan siapa yang akan tetap dapat masuk dalam ekonomi nasional maupun global," ujar JK.
"Dulu persaingannya lebih banyak di dalam. Sekarang persaingan antar perusahaan juga terjadi, tentu bersaing dengan perusahaan swasta, antara BUMN juga bersaing, antara BUMN Indonesia dengan BUMN dari Singapura, Malaysia, China,” kata JK.
Tak hanya itu, BUMN juga diberi pekerjaan rumah oleh JK untuk mengejar stabilitas komoditas pangan.
"Pangan masih bermasalah, masih berkelahi soal harga beras, harga daging. Padahal banyak BUMN yang bergerak disitu. Gula kita masih impor, padahal dulu PTPN begitu banyak. Tapi pabriknya makin sedikit, rendemennya makin turun," tambahnya. (gen)