Ketua Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan, saat ini pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang Amerika Serikat atau U.S Chamber of Commerce melirik potensi e-commerce Indonesia.
"Yang terbaru, Gojek Indonesia dapat suntikan dana dari Amerika Serikat sebesar USD557 juta. Ini menandakan mereka tertarik dengan e-commerce, juga dengan industri kreatif," jelas Rosan, Kamis (15/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, ia menekankan pentingnya memperlancar masuknya modal asing ke pasar e-commerce Indonesia. Untuk itu, Rosan menyarankan agar pemerintah memperlunak aturan dan tidak membatasi asing investasi di sektor tersebut.
Tak hanya e-commerce, Rosan juga melihat minat investor asing di sektor industri kreatif perfilman tergolong tinggi.
"Untuk industri perfilman, mereka mau masuk, mereka lihat ada potensi di Indonesia, mulai dari distribusi sampai persebaran bioskopnya," kata Rosan.
Berangkat dari optimisme tersebut, Rosan menganggap keinginan Presiden Joko Widodo mengejar pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen bukan mimpi yang tak dapat terwujud. Pasalnya, percepatan dan penyederhanaan regulasi telah diberikan melalui 13 paket kebijakan yang dirilis setahun belakangan ini.
"Minimal bisa tumbuh 5 persen karena Presiden Jokowi sudah meluncurkan paket ekonomi yang memberikan banyak manfaat. Ini tentu membuka peluang investasi Indonesia dalam mengejar pertumbuhan ekonomi," tambahnya.
Ia juga mengharapkan, hubungan pengusaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia dan Kadin Amerika Serikat dapat terus berjalan dan memperkuat ekonomi kedua negara. (ags/gen)