Menurut SVP Retail Banking dan Wealth Management HSBC Dewi Tuegeh, cara pemasaran ini dianggap lebih efektif jika dibandingkan memberikan promo potongan harga atau diskon di merchant tertentu.
Berlatar belakang alasan tersebut, bank yang baru mengakuisisi Bank Ekonomi Raharja itu menerbitkan kartu kredit Platinum yang khusus memberikan cashback 25 persen dari setiap nilai transaksi yang dilakukan di mana saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prinsipnya, menurut Dewi, tujuan cashback dan diskon memang sama, tetapi keduanya memiliki perbedaan. Diskon biasanya dikemas dengan bentuk persentase dari harga jual. Sementara, cashback dilakukan dengan memotong harga jual dan mengembalikan sejumlah uang sesuai nominal potongan kepada nasabah.
"Jumlah cashback yang diterima dapat diketahui langsung di setiap transaksi. Sehingga, pengguna kartu dapat segera menghitung total penghematan, tanpa harus menunggu datangnya lembar tagihan bulanan," terang Dewi.
Melalui cara tersebut, Dewi optimistis, pertumbuhan penggunaan kartu kredit HSBC masih positif. HSBC juga akan fokus menyasar segmen muda Indonesia di rentang usia 25-35 tahun yang berdasarkan studi HSBC masih beragam, di tengah kondisi finansial yang sebagian besar 44 persen belum mapan atau bahkan kurang stabil.
"Kami melihat, potensi pasar di Indonesia masih sangat besar. Karenanya, khusus produk ini kami menyasar para generasi milenial di Indonesia," pungkasnya. (bir)