Suahasil Nazara, Pelaksana Tugas (Plt.) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), mengungkapkan pemerintah merasa nyaman mengeksekusi target defisit tahun depan yang lebih rendah, dibandingkan proyeksi defisit tahun ini, 2,5-2,7 persen dari PDB.
Menurut Suahasil, strategi utama pemerintah untuk menjaga defisit tahun depan yaitu memastikan target penerimaannya tercapai. Dalam nota keuangan RAPBN 2017 penerimaan perpajakan ditargetkan sebesar Rp1.495,9 triliun, penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp240,4 triliun, dan penerimaan hibah sebesar Rp1,4 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu bisa terlihat dari target penerimaan pajak tahun depan yang ditargetkan tumbuh sekitar 13 sampai 14 persen dari proyeksi realisasi tahun ini.
Begitu pula target penerimaan kepabeanan dan cukai, Rp191,2 triliun, yang dipatok berdasarkan proyeksi realisasi tahun ini, bukan dari target yang ditetapkan dalam APBNP 2016, Rp184 triliun.
Adapun pagu belanja negara tahun depan diusulkan sebesar Rp2.070,5 triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.310,4 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp760 triliun.
Sebagai informasi, saat ini, pemerintah masih membahas postur RAPBN 2017 dengan DPR. Setelah rampung membahas asumsi makro dan target penerimaan, pemerintah bakal membahas pagu belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah. Ditargetkan, proses pembahasan dengan DPR rampung pada 20 Oktober 2016 mendatang. (gir)