Jika nilai ekspor Indonesia tahun ini diprediksi US$150 juta, maka Kadin yakin angkanya bisa mencapai US$750 juta pada 2030.
Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengatakan, masih banyak pasar ekspor serta jenis barang ekspor yang belum dijajaki Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika komoditas sudah memiliki nilai tambah dengan proses hilirisasi, ia yakin permintaan ekspor akan meningkat dan nilainya akan naik signifikan.
Kendati demikian, ia mengakui penetrasi ke pasar ekspor baru tidak cukup jika tidak diiringi dengan penambahan jumlah eksportir. Namun, pemerintah juga perlu memastikan bahwa eksportir memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional.
"Saat ini memang terjadi penurunan jumlah eksportir yang sedang terjadi akibat minimnya kemampuan bersaing dan kemampuan keuangan perusahaan Indonesia. Kami berharap, pemerintah juga bisa mendukung dengan insentif, misal perpajakan yang lebih ringan, atau perjanjian kerjasama perdagangan dengan beberapa negara," lanjutnya.
Pertumbuhan ekspor, lanjutnya, dirasa penting dalam beberapa tahun ke depan untuk menyeimbangkan komposisi Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih produktif. Pasalnya, selama ini PDB selalu didorong oleh konsumsi rumah tangga.
"Selama ini pertumbuhan kita hanya bertumpu di tiga komponen, belanja negara, konsumsi, dan investasi. Seharusnya ekspor bisa ditingkatkan lagi," lanjut Rosan.
Menanggapi impian Kadin, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan ekspor 500 persen memang berat, namun bukan berarti hal itu tidak mungkin dilakukan.
Untuk mencapai hal tersebut, ia menghitung setidaknya ekspor harus meningkat 7 hingga 14 persen per tahun selama 10 tahun ke depan.
"Angka 500 persen ini memang angka yang ambisius, tetapi ini bukan berarti tidak mungkin. Tetap kami harus berpikir out of the box, jangan melakukan business as usual. Harus dipetakan dulu pasarnya apa, produknya apa, dan kita kembangkan bersama-sama," tutur Arlinda di lokasi yang sama.
Menurut data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor Indonesia selama Januari hingga Agustus 2016 tercatat sebesar US$91,7 miliar. Angka itu mengalami penurunan 10,61 persen dibanding periode tahun sebelumnya sebesar US$108,8 miliar. (gen)