Sona Shrestha, Wakil Kepala Perwakilan ADB di Indonesia menjelaskan, prospek ekonomi Indonesia turun setelah melihat belanja investasi yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.
Kendati pada paruh kedua tahun ini belanja pemerintah diyakini mengalami akselerasi, tetapi ADB melihat secara keseluruhan investasi dan konsumsi pemerintah akan lebih rendah dari prediksi menyusul rendahnya pendapatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyoal penerimaan negara yang rendah, Priasto pun mengaitkannya dengan kebijakan amnesti pajak. Menurutnya, kendati uang tebusan amnesti pajak meningkat pada bulan ini, tetapi itu belum cukup untuk menutup kekurangan penerimaan negara secara signifikan.
Penghambat laju ekonomi Indonesia yang lain, kata Priasto, belum terlihatnya dampak dari pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia terhadap masyarakat.
"BI sudah cukup agresif memberikan suku bunga tapi dampaknya belum terlalu terasa. Jadi kami melihatnya seperti itu, kami turunkan prediksi kami. Terakhir, perekonomian global yang masih melemah. Tiga hal ini yang membuat kami menurunkan prediksi kami, tetapi terutama karena investasi publik dan swasta ya," jelasnya. (ags/gen)