Menurutnya, keikutsertaannya dalam program pengampunan pajak bertujuan untuk membereskan data perpajakan menyusul rencana restrukturisasi saham beberapa perusahaan miliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sejak 2015 data tersebut mengalami perubahan sehingga ia kembali membenahi data pajak yang harus dibayarkannya bersamaan dengan rencana restrukturisasi dan program pengampunan pajak yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.
"Rumitnya, kebanyakan perusahaan di luar negeri tapi pemegang sahamnya kita (di dalam negeri), termasuk saya, adik saya, rekan saya. Jadi, tidak sederhana. Jadi, bukan karena saya sembunyikan tapi kita masih siapkan," jelas Arifin.
Kemudian, ia juga tengah merapikan berkas antar-perusahaannya yang rencananya akan direstrukturisasi melalui pembentukan induk atau holding perusahaan dalam naungan Grup Medco.
"Kemarin Medco ambil alih Newmont, dampaknya yang kita setorkan harus dirapikan sahamnya, tapi ternyata susunannya lebih kompleks sehingga harus dijumlah untuk kita bayarkan," imbuhnya.
Terkait aset yang dilaporkannya, Arifin mengaku hanya melakukan deklarasi aset pribadinya. Pasalnya, ia mengatakan tak memiliki aset di luar negeri. Sedangkan aset perusahaannya, akan segera dilaporkannya besok pada hari terakhir periode pertama amnesti pajak.
"Kita kejar serendah mungkin. Jadi, besok, 30 September kita laporkan. Apalagi sekarang sudah boleh sampai akhir Desember (untuk mengurus kelengkapan dokumen aset). Jadi, hasil restrukturisasi dan bikin SPV itu saya kejar besok," katanya.
Seperti kebanyakan rekan pengusahanya, Arifin memastikan sejak hari ini dirinya dapat bernafas lega meski beberapa dokumen masih harus disetornya kepada DJP.
"Tentu kalau bersih, enak banget ya. Jadi, tidak ada risih-risihnya sama sekali. Lebih leluasa juga untuk kembangkan bisnis baru," tuturnya.
Adapun keikutsertaan Arifin menambah daftar para pengusaha nasional yang hari ini melaporkan asetnya kepada negara. Beberapa jam sebelumnya, terlihat Bos Barito Pasific Prajogo Pangestu dan Politisi Partai Golkar Aburizal Bakrie menyambangi KPDJP. (ags)