Mantan Menteri ESDM yang dicopot Presiden Joko Widodo karena kewarganegaraan ganda pada 15 Agustus lalu itu, juga turut hadir dalam acara peringatan hari jadi pertambangan dan energi yang digelar di kantor Kementerian ESDM, Selasa (4/10).
Menurut Luhut, Arcandra diboyong ke Jepang lantaran prestasinya dalam efisiensi investasi proyek Blok Masela melalui diskusi terbuka dengan para investor terkait.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Luhut, kunjungannya ke negeri Sakura tersebut merupakan perintah Presiden Jokowi. Di sana, ia akan melakukan pertemuan dengan sejumlah menteri dan Perdana Menteri Jepang.
Undang Jepang Masuk
Selain menghadiri pertemuan dengan sejumlah menteri dan PM Jepang, Luhut mengaku, kunjungannya juga dimaksudkan untuk membahas peluang investasi yang bisa dilakukan Jepang di Indonesia.
Menyusul program amnesti pajak yang cukup sukses, menurut Luhut, dana repatriasi yang diperoleh pemerintah pun bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur.
"Nah, pemerintah tidak ingin hanya BUMN saja, presiden menegaskan ada private sector (swasta) juga bisa main. Makanya, Jepang kami beri porsi," imbuh dia.
"Tadi malam, presiden juga minta Jepang masuk untuk bikin kereta cepat Jakarta-Surabaya atau mungkin pelabuhan atau proyek listrik lainnya," terang Luhut.
Peluang investasi lain yang juga akan dijajaki dalam pertemuan tersebut, lanjut Luhut, adalah kerja sama di bidang maritim. "Kami sedang menimbang kerja sama maritim antara Jepang dan Indonesia. Kerja sama maritim ini luas, kekayaan maritim kita juga luar biasa," pungkasnya. (bir)