Bank Dunia: Tahun Depan, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3 Persen

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Rabu, 05/10/2016 15:14 WIB
Bank Dunia: Tahun Depan, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3 Persen Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh hingga 5,3 persen pada 2017 dan 5,5 persen pada 2018, seiring dengan stabilnya pertumbuhan ekonomi Asia Timur dan Pasifik untuk jangka waktu tiga tahun ke depan.

"Di Indonesia, pertumbuhan akan naik secara stabil dari 4,8 persen pada 2015 menjadi 5,5 persen pada 2018," kata Kepala Ekonom Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik Sudhir Shetty, dalam keterangan resmi, Rabu (5/10).

Prediksi pertumbuhan tersebut, lanjutnya, sangat bergantung pada ada atau tidaknya kenaikan investasi publik, perbaikan iklim investasi, serta kenaikan penerimaan.


Indonesia, sebagai negara dengan pasar yang besar, seperti halnya Thailand, Malaysia, dan Filipina, memiliki pertumbuhan kredit sektor swasta yang sangat tinggi.

"Karena itu, Indonesia perlu memperkuat regulasi makroprudensial dan manajemen risiko mikroprudensial," terang Shetty.

Fokus area untuk reformasi makro dan mikroprudensial harus mencakup, antara lain kalkulasi berbasis risiko, penilaian ketat atas kemampuan penerima pinjaman, pengawasan praktik underwriting dan kecukupan modal, persyaratan cadangan tinggi, rasio likuiditas yang lebih tinggi, serta rasio antara nilai kredit terhadap nilai agunan (LTV).

Sementara itu, Ekonom Bank Dunia Masyita Crystallin menyebut bahwa selama beberapa tahun terakhir pertumbuhan kredit cenderung melambat, namun tidak menempatkan Indonesia dalam situasi mengkhawatirkan.

"Faktanya, kami mendukung pertumbuhan kredit lebih tinggi untuk mendorong lebih banyak investasi di masa mendatang," imbuh dia.

Sedangkan, utang luar negeri Indonesia selama tiga tahun belakangan juga dianggap berkurang. Total utang luar negeri Indonesia sebanyak 60 persen dimiliki asing dan 40 persen sisanya dimiliki WNI. (bir/bir)