Menurutnya, pembangunan Blok Masela pada kuartal II 2019 bisa saja direalisasikan mengingat pembangunan dan persiapan untuk membangun blok tersebut terbilang sudah cukup maju.
"Bisa lebih cepat, mempercepat empat tahun tidak masalah, kita juga sudah siap," kata Luhut, Selasa (18/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Luhut juga mengatakan kajian terhadap proyek tersebut sudah dilakukan oleh tim yang dibentuk dari Kementerian ESDM. Tim tersebut menurut Luhut dibawahi langsung oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.
Sebagai informasi, Inpex mulai mengelola blok Masela sejak 1998 saat ditandatanganinya kesepakatan bagi hasil produksi (Production Sharing Contract/PSC) dengan jangka waktu 30 tahun. Setelah itu, PoD pertama blok Masela ditandatangani Pemerintah pada 2010.
Di dalam revisi tersebut, kedua investor sepakat akan meningkatkan kapasitas fasilitas LNG dari 2,5 MTPA menjadi 7,5 MTPA. Jika rampung, pembangunan ini digadang akan menjadi proyek fasilitas LNG terbesar di dunia.
Namun pada bulan Maret lalu, Presiden Joko Widodo memutuskan pengembangan Blok Masela dilakukan secara onshore karena dinilai memiliki dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Hal tersebut membuat Inpex harus merevisi PoD dari sebelumnya fasilitas dibangun di lepas pantai, menjadi di darat. (gen)