Di Wall Street, saham-saham energi dan kesehatan membebani indeks saham S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA).
Reuters mencatat, indeks DJIA ditutup melemah 0,09 persen ke level 18.145,71, sedangkan S&P 500 terkoreksi 0,01 persen menjaid 2.141, 16. Hanya indeks Nasdaq Composite yang berhasil menguat 0,3 persen menuju 5.257,4.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan, euro melemah ke level US$1,0827 dari sebelumnya US$1,0927. Sedangkan pound Inggris merosot menjadi US$1,2226 dari US$1,2251. Depresiasi juga terjadai pada dolar Australia, dari US$0,7629 menjadi US$0,7596.
"Dalam konteks ekonomi yang kuat dengan momentum yang baik, masuk akal untuk kembali menaikkan suku bunga secara bertahap," kata Williams dalam pidatonya, Jumat (21/10).
Sebelumnya, Presiden Federal Reserve New York William Dudley memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini. Ia menambahkan, perkiraan itu bergantung pada perkembangan perekonomian terkini.
Sementara mayoritas analis meyakini, the Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya hingga pertemuan November. Kemungkinan besar, the Fed baru akan menaikkan suku bunga pada Desember. (ags)