Oesman Sapta Odang Dapat Pengampunan Pajak

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Kamis, 27/10/2016 17:15 WIB
Wakil Ketua MPR itu mengaku selama ini ia menyimpan uang di luar negeri karena menilai tingkat keamanannya lebih tinggi dibandingkan di Indonesia. Wakil Ketua MPR itu mengaku selama ini ia menyimpan uang di luar negeri karena menilai tingkat keamanannya lebih tinggi dibandingkan di Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Oesman Sapta Odang ikut andil dalam program amnesti pajak di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Sebagai wakil rakyat, Oesman engaku telah menyerahkan Surat Pernyataan Harta (SPH) wajib pajak pribadi sejak periode pertama lalu.

Tak hanya deklarasi harta, Oesman juga merepatriasi hartanya. Sayangnya, ia tidak menyebutkan berapa porsinya.


Selama ini, kata Oesman, ia menyimpan uang di luar negeri karena menilai keamanannya lebih tinggi dibandingkan di Indonesia. Sekarang, ia yakin keamanan di Indonesia telah lebih terjamin.

"Dulu alasan menyimpan uang di luar karena merasa tak aman, tetapi sekarang kan Indonesia negara yang paling aman untuk menyimpan duit," tutur politisi asal Kalimantan Barat ini di kantor pusat DJP, Kamis (27/10).

Menurut Oesman, momentum amnesti pajak sebaiknya segera dimanfaatkan oleh seluruh wajib pajak termasuk pengemplang pajak yang selama ini kerap menipu petugas pajak. Pasalnya, seiring dengan impementasi amnesti pajak, DJP juga memperbaiki basis data dan informasinya.

"Masih banyak pengemplang-pengemplang pajak yang sampai saat ini menipu [petugas] pajak. Dikira [petugas] pajak tidak tahu? Tahu," ujarnya.

Lebih lanjut, bagi Oesman, dengan berpartisipasi dalam amnesti pajak, wajib pajak telah membantu membiayai pembangunan negara dan pada akhirnya membantu negara untuk mensejahterakan rakyat.

Selain itu, Osman yakin, dengan informasi yang dimiliki oleh DJP, ke depan celah untuk melakukan penghindaran pajak bakal makin minim. Karenanya, program amnesti pajak bisa menjadi langkah awal bagi wajib pajak meningkatkan kepatuhan dan kejujuran di bidang pajak.

"Ini momentum yang sangat baik untuk menyadarkan diri kita. Pengampunan ini adalah dunia akhirat. Jadi kalau diampuni sekarang, itu sampai akhirat diampuni," ujarnya. (gir/ags)