Faktor politik yang memanas pasca Biro Investigasi Federal (FBI) mengumumkan rencana penyelidikan baru terkait skandal email Hillary Clinton menjadi sentimen utama yang memengaruhi psikologis pelaku pasar.
Selain itu, investor juga masih menunggu hasil pertemuan dewan gubernur bank sentral AS (The Federal Reserve), yang akan dimulai pada Selasa pekan ini waktu setempat. Para pelaku pasar tampaknya meragukan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga acuan pada pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 6,8 miliar saham berpindah tangan di bursa AS sepanjang perdagangan kemarin. Volume transaksi perdagangan itu melampaui rata-rata transaksi harian selama 20 sesi terakhir, yang berkisar 6,4 milia saham.
Penyelidikan kembali kasus lama berdasarkan penemuan terbaru FBI ini memicu pertanyaan publik karena hanya berselang beberapa hari menjelang pemilu presiden AS. Hal ini menambah ketidakpastian peluang menang calon presiden dari Partai Demokrat dalam pemilihan presiden mendatang atas rivalnya dari Partai Republik, Donald Trump.
Dalam jajak pendapat terakhir, Clinton masih memimpin perolehan suara atas Trump. Namun, selisih suara keduanya semakin menyempit sejak awal pekan lalu meski sejauh ini belum diketahui apakah kontroversi penyelidikan kembali kasus email Clinton akan mengikis dukungan terhadapnya. Sesuai jadwal, pemilihan presiden dan kongres AS akan digelar pada 8 November 2016. (ags)