Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana mengatakan, perusahaan tengah membutuhkan pendanaan sebesar Rp8 triliun hingga Rp11 triliun untuk menuntaskan proyek Pelabuhan Kuala Tanjung tahap II. Terkait proyek ini, perseroan akan membangun pelabuhan skala ultimate, dengan luasan lahan 1.400 hektar (ha) untuk bisa menampung kargo hingga 150 juta ton.
Untuk itu, Bambang mengatakan, Pelindo I berencana melego sebagian saham salah satu anak usahanya pada tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Bambang belum tahu target dana yang akan diambil perusahaan. Alasannya, anak usaha yang kepemilikannya akan dilepas ke publik masih dikaji oleh PT Danareksa (Persero) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sebagai informasi, Pelindo I memiliki anak usaha diantaranya PT Terminal Petikemas Indonesia (kepemilikan 70 persen), PT Prima Multi Terminal (kepemilikan 55 persen), PT Prima Indonesia Logistik (kepemilikan 99 persen) dan PT Prima Pengembangan Kawasan (kepemilikan 90 persen).
Sementara itu, PT Pelindo III (Persero) juga mempertimbangkan opsi IPO untuk anak usahanya, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI).
Direktur Utama Pelindo III, Orias Petrus Moedak mengatakan, setidaknya dibutuhkan dana Rp2 triliun untuk mengembangkan anak usaha yang terletak di Surabaya, Jawa Timur tersebut.
Kendati demikian, IPO bukan opsi utama. Orias mengatakan, perusahaan juga tengah mempertimbangkan pembiayaan dengan skema penerbitan obligasi. Namun, jika skema IPO yang dipilih, kepemilikan perusahaan di BJTI minimal akan dilepas sebesar 20 hingga 30 persen.
"Ini akan kami laporkan dulu ke Kementerian BUMN hasil analisa kami yang sedang dilakukan oleh Danareksa. Dari situ ketahuan, apakah tahun depan kami bisa langsung IPO atau masuk ke obligasi," tandas Orias. (ags/gen)