Head Corporate Legal Handoyo Prasetyo menerangkan, penentuan alokasi belanja modal ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini yang terbilang masih melambat.
Sehingga, sebagai perusahaan komponen otomotif yang memproduksi dan mendistribusikan suku cadang kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, Astra Otoparts perlu menurunkan dana belanja modalnya.
“Iya, bergantung pasar bagaimana, kalau penjualan mobil atau motor naik lagi, ya dana belanja modal dinaikkan lagi. Tapi, tahun depan segitu (Rp700 miliar)," ucap Handoyo di Bogor, Jumat (11/5).
Handoyo menjelaskan, dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk membuat mesin otomasi untuk meningkatkan kualitas produk suku cadang yang diproduksi oleh perusahaan. Tidak hanya itu, perseroan juga akan menambah jumlah outletnya sekitar 5 hingga 10 di tahun depan.
Selain itu, Astra Otoparts juga berencana menambah negara tujuan ekspor barunya tahun depan, tepatnya satu atau dua negara di kawasan Asia Tenggara. Namun, karena masih rencana kasar, Handoyo masih enggan menjelaskan tujuan dari negara tersebut.
Asal tahu saja, jumlah negara tujuan ekspor Astra Otoparts saat ini ada 30 negara. "Yah di Asia Tenggara, masih proyeksi 1-2 negara lah," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT