Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Isakayoga menyatakan, konsumsi masyarakat setiap industri kondisinya tak sama. Misalnya saja untuk sektor properti dan otomotif yang masih melambat. Namun, untuk sektor konsumsi dan barang, serta pariwisata terbilang lebih baik dibandingkan sektor lainnya.
"Ya mungkin turun terkait dengan turunnya daya beli masyarakat, lalu tingkat inflasi kan ya. Lalu untuk sektor itu beda-beda, mungkin ada sektor konsumsi dan barang yang meningkat tapi sektor properti tertahan," ungkap Isakayoga, Senin (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau akhir tahun sentimennya datang dari global, hasil pilpres AS, lalu bagaimana nanti The Fed memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunganya. Kalau dari dalam negeri sendiri sentimennya kecil, lebih kepada global," papar dia.
Adapun, untuk sektoral sendiri, ia menilai properti dan otomotif masih akan terus melambat hingga akhir 2016 disebabkan masyarakat masih menahan untuk meginvestasikan dananya membeli beberapa barang premium seperti mobil dan properti.
"Mungkin kedua sektor itu masih melambat ya, orang masih tahan untuk beli barang premium," pungkasnya. (gir/gen)