Direktur Keuangan dan Teknologi dan Informasi AP I Novrihandri menyatakan, kelebihan permintaan ini terjadi ditengah situasi penawaran obligasi yang ramai oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya.
"Alhamdulillah hasilnya kami dapatkan obligasi Rp2,7 triliun, sukuk dapatkan Rp540 miliar. Ini emang kecil pada saat itu pasar lagi ramai di mana ada lima BUMN yang menerbitkan obligasinya yang sama kalau enggak salah sampai Rp30 triliun. Alhamdulillah kami berhasil laku di pasar," papar Novrihandri, Senin (28/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk serinya sendiri, seri A dari obligasi I ini dipatok dengan tingkat bunga sebesar 7,45 persen-8,2 persen per tahun dengan jangka lima tahun. Sementara, seri B dipatok dengan tingkat bunga 7,95 persen-8,7 persen per tahun dengan jangka waktu tujuh tahun, dan seri C dipatok 8,1 persen-8,85 persen dengan jangka waktu 10 tahun.
Novrihandri mengungkapkan, pihaknya membutuhkan dana hingga Rp25 triliun sampai 2020 untuk pengembangan lima bandara. Lima bandara tersebut yakni, bandara di Semarang, bandara baru di Yogyakarta, Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar. Ia berharap, dengan penerbitan obligasi setiap tahun kebutuhan dana tersebut dapat terpenuhi. (gir/gen)