Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silavano Rumantir menjelaskan, dua atau tiga bulan lalu jumlah investor ritel masih berada pada kisaran 55 ribu orang. Pihaknya pun menargetkan dapat mempertahankan pangsa pasarnya pada tahun depan pada posisi 10 persen seperti saat ini.
"Misalnya Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki 500 ribu-600 ribu investor, kalau target BEI satu juta investor, berarti kami 10 persennya, artinya kami hit 100 ribu. Kami perlu jaga posisi market seperti itu," ungkap Silvano, Jumat (2/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa bulan lalu kami rilis online account opening, enggak perlu tenaga marketing lagi jadinya. Semua based on internet connection. Kami juga sudah ada Mandiri Sekuritas Online Trading (MOST)," terang Silvano.
Revisi IHSG 2016
Mandiri Sekuritas sempat memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir tahun ini dapat mencapai 5.450 dengan berbagai sentimen positif berupa kembalinya Sri Mulyani dalam kabinet kerja pemerintahan sebagai Menteri Keuangan dan kebijakan amnesti pajak.
Sayangnya, sentimen negatif yang tak diperkirakan sebelumnya oleh banyak pihak muncul pada awal November lalu berupa kemenangan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS). Sontak, IHSG pun kembali mengalami volatile yang tinggi sepanjang November hingga berada pada kisaran 5.100-5.200, sebelumnya IHSG telah mendaki ke level 5.400-5.500.
Namun, Mandiri Sekuritas belum membeberkan revisi prediksi yang dilakukannya karena masih dalam tahap pembahasan. Meski begitu, ia masih melihat adanya laju positif bagi IHSG tahun depan karena jika dilihat sejak awal tahun, IHSG masih terbilang baik.
"Awal tahun kita belum sampai 5.000. Jadi kita mesti lihat fundamentalnya, kita hari ini di level 5.200, kemarin-kemarin sebelum ada kejadian Trump sempat hit 5.400-5.500. Tapi memang itu semua kami masih lihat kebijakan yang dikeluarkan Trump pada kuartal pertama tahun depan," pungkas dia. (gir)