Proyek Tol Serpong-Balaraja Raup Pinjaman Rp4,3 Triliun

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Sabtu, 17/12/2016 16:40 WIB
Proyek Tol Serpong-Balaraja Raup Pinjaman Rp4,3 Triliun PT Trans Bumi Serbaraja meneken perjanjian kredit dengan sindikasi yang terdiri dari Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, dan PT Sarana Multi Infrastruktur. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Guna menggarap proyek pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja, PT Trans Bumi Serbaraja meneken perjanjian kredit dengan sindikasi yang terdiri dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Angka yang cukup besar dikeluarkan untuk pembangunan jalan tol ini, yakni Rp6,2 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp4,3 triliun akan dibiayai oleh sindikasi Bank Mandiri, BNI dan SMI.

Sementara sisanya sebesar Rp1,9 triliun akan ditutup oleh ekuitas dari PT Trans Bumi Serbaraja sebagai pemegang konsensi jalan tol Serpong – Balaraja. Dalam kredit sindikasi berdurasi 15 tahun tersebut, Bank Mandiri dan BNI bersama-sama menjadi join lead mandated arranger.


“Melalui penandatanganan kredit ini, sindikasi Bank Mandiri, BNI dan SMI akan memberikan fasilitas kredit, untuk melakukan proses konstruksi yang diawali dengan proses pelelangan kontraktor yang saat ini sedang berlangsung. Kami menargetkan untuk dapat menyelesaikan seksi 1 yakni Serpong-Legok pada tahun 2018”, kata Dhony Rahajoe, Managing Director President Office Sinar Mas Land, Sabtu (17/12).

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto mengatakan, perseroan memiliki komitmen mendukung proyek-proyek infrastruktur strategis, seperti jalan tol karena keberadaannya akan meningkatkan efisiensi usaha serta mampu menciptakan pusat ekonomi baru.

“Proyek jalan tol menjadi salah satu fokus Bank Mandiri dalam penyaluran kredit infrastruktur, di mana per Oktober 2016 komitmen pembiayaan perseroan ke proyek jalan tol mencapai Rp15,4 triliun, atau sekitar 15 persen dari total komitmen kredit infrastruktur perseroan,” katanya.

Direktur BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, perjanjian kredit sindikasi ini memiliki makna yang cukup mendalam karena merupakan salah satu ikhtiar bersama dalam merealisasikan percepatan pembangunan infrastruktur.

Dari sisi pembiayaan, lanjutnya, pembangunan infrastruktur ini tidak lagi menjadi kendala, karena kredit sindikasi untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur semakin marak dilaksanakan.

“Semakin marak pembiayaan tersebut, maka semakin marak pula proyek-proyek infrastruktur mulai dibangun,” kata Anggoro.

PT Trans Bumi Serbaraja merupakan konsorsium kelompok usaha Sinar Mas Land, Astratel Nusantara (Astra Infrastructure) dan Kompas Gramedia. Adapun realisasi pembangunan sudah dimulai dengan pekerjaan konstruksi jalan di STA 02+900 s/d 04+100 pada tanggal 15 Desember 2016 yang lalu.

Untuk diketahui, proyek tol Serpong-Balaraja dicetuskan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan pada tahun 2012 diprakarsai oleh perusahaan Sinar Mas Land, dan kemudian berkonsorsium dengan Astratel Nusantara dan Kompas Gramedia.

Proyek tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang dalam proses pembebasan lahannya, namun pada pertengahan 2015 dapat dilanjutkan proses tender investasi yang dimenangkan oleh konsorsium tersebut.

Pembangunan tol Serpong-Balaraja sepanjang 30 km terbagi dalam tiga seksi. Seksi 1 adalah Serpong-Legok dengan jarak 9,30 km, seksi 2 adalah Legok-Tigaraksa dengan jarak 10,70 km, dan seksi 3 adalah Tigaraksa-Balaraja dengan jarak 10 km.

Diharapkan ruas tol ini dapat mengakomodasi perkembangan wilayah Tangerang, termasuk pengembangan kota baru Maja dan sekitarnya. (gir/gir)