"Mengantisipasi kenaikan jumlah penumpang, kami telah mendirikan Posko Pengawasan dan Tim Pemantau Kesiapan Pelayanan yang anggotanya terdiri dari unsur Otoritas Pelabuhan, Kesyahbandaran, Kepolisian, TNI AL, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, Kesehatan Pelabuhan dan Pelindo I," kata ACS Humas Pelindo I Fiona Sari Utami, mengutip Antara, Selasa (20/12).
Posko ini dibentuk sejak 18 Desember 2016 dan akan bertugas sampai dengan 9 Januari 2017. Tim tersebut bertugas memantau kegiatan embarkasi dan debarkasi, bongkar muat barang hingga pelaporan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, sampai Minggu (18/12) lalu, penumpang yang turun kapal sebanyak 3.004 orang. Layanan penumpang paling utama dari Batam, sebagian lain dari Tanjung Priok, serta dari beberapa daerah lain.
"Kami juga memiliki protap (prosedur tetap) selama Libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, kunjungan kapal penumpang akan mendapatkan prioritas jika datangnya bersamaan dengan kapal barang," jelasnya.
Pelindo I juga mempersiapkan fasilitas pendukung untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang, seperti di Pelabuhan Bandar Deli saat ini sudah ada dua unit garbarata.
Selain itu, terminal ini sudah dilengkapi dengan fasilitas guesthouse, ruang tunggu VIP dan ekonomi, ruang ibu menyusui, balai kesehatan, kantin, toko suvenir, dan tempat ibadah, dan lain sebagainya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagai antisipasi lonjakan arus barang kebutuhan bahan pokok, perseroan juga telah menyiapkan dermaga, sistem dan prosedur pelayanan kapal sembako, gudang dan lapangan penumpukan, peralatan bongkar muat, tenaga operasional lapangan, serta kesiapan teknologi informasi.
Kemudian, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan, orang yang tidak memiliki tiket tidak diperbolehkan untuk masuk dan berkeliaran di area terminal penumpang. "Hanya calon penumpang yang telah memiliki tiket yang dapat masuk di area terminal," pungkasnya. (bir/gen)