Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir hanya 25 poin kurang dari level 20.000, tingkat tidak pernah ditembus sebelumnya, dibantu oleh kenaikan 1,68 persen saham Goldman Sachs.
Seperti dilansir dari Reuters, saham AS telah menanjak sejak pemilihan presiden pada 8 November, dengan indeks Dow Jones naik 9 persen dan S&P 500 menguat 6 persen karena spekulasi rencana Trump untuk melakukan deregulasi dan meningkatkan belanja infrastruktur akan menggenjot perekonomian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, beberapa investor menilai harga saham telah menjadi mahal. Indeks S&P 500 diperdagangkan pada sekitar 17 kali dari ekspektasi laba, di atas-rata 10-tahun sebesar 14 kali laba.
"Untuk memiliki energi yang cukup agar menembus level itu berarti butuh banyak daya beli dalam sistem," kata Brad McMillan, Chief Investment Officer Commonwealth Financial Network.
Delapan dari 11 sektor besar S&P naik, dengan indeks keuangan memimpin kenaikan sebesar 1,12 persen. Hal itu membuat keuntungan sektor keuangan sejak pemilu menjadi 19 persen karena investor bertaruh Trump akan memotong peraturan termasuk aturan Dodd-Frank, yang disahkan dalam menanggapi krisis keuangan 2008, dan dinilai beberapa investor terlalu ketat. (gir)