Jokowi Ingin Sulap Jakarta jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia
Gentur Putro Jati | CNN Indonesia
Selasa, 27 Des 2016 08:47 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasang target ingin menyulap Jakarta sebagai pusat keuangan syariah internasional. Keinginan tersebut dilandasi fakta bahwa perekonomian syariah masih memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di Indonesia.
Pasalnya, meskipun Pemerintah Indonesia merupakan penerbit Sukuk Negara terbesar di dunia dalam bentuk dolar Amerika Serikat, namun ekonomi berbasis syariah hanya memiliki kontribusi 5 persen terhadap seluruh geliat ekonomi nasional.
Jokowi mencatat, sampai 30 November 2016, penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di pasar internasional telah mencapai US$10,15 miliar dengan outstanding US$9,5 miliar.
Sayangnya kontribusi keuangan syariah di Indonesia masih minim dalam seluruh kegiatan perekonomian.
“Di Malaysia sudah di atas 30 persen. Oleh sebab itu space yang masih besar itu akan terus kita kejar,” kata Jokowi, dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Selasa (27/12).
Mantan Walikota Solo menilai, Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia. Sehingga sangat mungkin mimpi menjadikan Jakarta sebagai Pusat Keuangan Syariah Internasional diwujudkan.
“Bukan hanya keuangan syariah, bank syariah, asuransi syariah, tapi banyak hal yang lain yang bisa dikembangkan, seperti wisata syariah, restoran halal, industri syariah. Karena potensi pasar syariah kita terbesar di dunia,” tegasnya. (gen)
Pasalnya, meskipun Pemerintah Indonesia merupakan penerbit Sukuk Negara terbesar di dunia dalam bentuk dolar Amerika Serikat, namun ekonomi berbasis syariah hanya memiliki kontribusi 5 persen terhadap seluruh geliat ekonomi nasional.
Jokowi mencatat, sampai 30 November 2016, penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di pasar internasional telah mencapai US$10,15 miliar dengan outstanding US$9,5 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Di Malaysia sudah di atas 30 persen. Oleh sebab itu space yang masih besar itu akan terus kita kejar,” kata Jokowi, dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Selasa (27/12).
“Bukan hanya keuangan syariah, bank syariah, asuransi syariah, tapi banyak hal yang lain yang bisa dikembangkan, seperti wisata syariah, restoran halal, industri syariah. Karena potensi pasar syariah kita terbesar di dunia,” tegasnya. (gen)