Penjualan BBM Pertamina ke PLN Tanpa Perantara

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Kamis, 29/12/2016 17:25 WIB
Penjualan BBM Pertamina ke PLN Tanpa Perantara Seluruh pelanggan besar Pertamina memiliki pilihan model delivery maupun mode of payment. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) menegaskan penjualan bahan bakar minyak (BBM) ke pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) dilakukan secara langsung atawa tanpa perantara.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, titik serah pengiriman BBM Pertamina merupakan hak dari konsumen atau PLN untuk menentukan.

"Pertamina bertransaksi langsung dengan PLN tanpa perantara dan skema yang sekarang dilakukan sesuai keinginan pembeli (PLN). Kami telah memberikan pelayanan terbaik sebagaimana dikehendaki PLN," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (29/12).


Ia menjelaskan, seluruh pelanggan besar Pertamina juga memiliki pilihan model delivery maupun mode of payment.

"Bisa dengan loco (biaya pengiriman ditanggung pembeli) maupun franco (biaya pengiriman ditanggung penjual). Untuk pembangkit listrik, PLN menghendaki agar titik serah BBM hanya sampai di depo atau terminal dengan pola delivery loco," kata Wianda.

Ia mengungkapkan, harga BBM ke industri, termasuk pembangkit listrik di daerah terpencil, memang relatif lebih mahal karena ongkos angkut yang tinggi.

Selain itu, lanjutnya, harga jual BBM untuk PLN dengan formula harga patokan Platt's (MOPS) ditambah lima persen, yang berlaku di seluruh Indonesia, sebenarnya juga kurang mencerminkan keekonomian.

Menurutnya, Pertamina tidak mungkin melakukan skema subsidi silang sebagaimana BBM bersubsidi, karena harus menjaga daya saing harga BBM di daerah lainnya.

"Untuk pembangkit dengan konsumsi BBM yang besar, PLN melakukan tender untuk mendapatkan harga terbaik, sehingga apabila diminta melakukan subsidi silang, maka akan mengurangi daya saing Pertamina dalam tender pasokan BBM kepada PLN di tempat lain," terang Wianda.

Makanya, Pertamina akan terus mengedepankan efisiensi termasuk menerapkan rantai suplai yang efektif agar harga senantiasa kompetitif bagi para konsumen.

"Kami berharap, semangat sinergi dan mengedepankan solusi bersama menjadi landasan utama sebagai sesama BUMN untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat," pungkasnya. (bir/gen)