Sepanjang Desember, Inflasi Tercatat 0,42 Persen

Yuliyanna Fauzi | CNN Indonesia
Selasa, 03 Jan 2017 11:37 WIB
Stabilnya harga sejumlah bahan makanan di sepanjang Desember 2016, termasuk jelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2017 mendukung rendahnya inflasi. Stabilnya harga sejumlah bahan makanan di sepanjang Desember 2016, termasuk jelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2017 mendukung rendahnya inflasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi di sepanjang Desember 2016 mencapai 0,42 persen atau mengalami penurunan tipis bila dibandingkan dengan inflasi November 2016 sebesar 0,47 persen.

Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, laju inflasi Desember 2016 bahkan jauh lebih rendah bila dibandingkan Desember 2015 yang mencapai 0,96 persen.

“Inflasi Desember 2016 juga merupakan laju inflasi terendah sejak beberapa tahun terakhir, yakni sejak tahun 2010," tutur Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Selasa (3/2).


Secara tahunan (year-on-year/yoy) tingkat inflasi sepanjang tahun 2016 sebesar 3,02 persen atau lebih rendah bila dibandingkan inflasi 2015 sebesar 3,35 persen.

Adapun beberapa komponen yang mempengaruhi rendahnya inflasi, yakni stabilnya harga sejumlah bahan makanan di sepanjang Desember 2016, termasuk jelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2017.

"Harga bahan makanan sangat terkendali. Sejumlah harga justru mengalami deflasi, seperti cabai merah, tomat sayur, dan beras sangat stabil. Bahan makanan sangat bagus sekali," jelas Suhariyanto.

Berdasarkan data BPS, indeks kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi, yakni transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,12 persen atau memberi andil terhadap inflasi sebesar 0,2 persen.

"Ini karena adanya peningkatan pada tarif angkutan udara dan pulsa ponsel. Lalu ada juga sumbangan dari harga bensin namun relatif kecil dan juga tarif kereta api," katanya.

Secara berurutan, indeks kelompok yang mengalami inflasi, yakni bahan makanan sebesar 0,5 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,45 persen, kesehatan 0,32 persen, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,18 persen, dan pendidikan, rekreasi, olahraga 0,05 persen.

"Semantara indeks kelompok sandang mengalami deflasi sebesar minus 0,46 persen," imbuhnya.

Suhariyanto menerangkan, dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang disurvei BPS mencatat terdapat 78 kota yang mengalami inflasi. Sementara, 4 kota lainnya malah mengalami deflasi.

"Laju inflasi tertinggi terjadi di Lhouksemawe sebesar 2,25 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Padangsidempuan dan Tembilahan sebesar 0,02 persen," terang Suhariyanto.

Sementara kota yang mengalami deflasi adalah Manado dengan laju deflasi mencapai minus 1,52 persen. (gir/gir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER