Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengungkapkan, laju inflasi November dipengaruhi oleh naiknya harga makanan jadi, minuman rokok, dan tembakau, juga naiknya harga tarif penyewaan mahan.
"Penghambat inflasi November karena cabai merah, bawang merah, cabai rawit, lalu tomat. Kemudian naiknya tarif sewa juga menjadi pengaruh bagi inflasi November," kata Sasmito, Kamis (1/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan inflasi komponen inti November 2016 sebesar 0,15 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-November 2016) sebesar 2,84 persen, dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun sebesar 3,07 persen.
BPS menyebutkan, dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) sebanyak 78 kota mengalami inflasi sedangkan empat kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 2,86 persen dan terendah terjadi di Singkawang sebesar 0,05 persen. Sementara, deflasi tertinggi terjadi di Bau-Bau 1,54 persen dan terendah di Kendari 0,22 persen.
"Deflasi terjadi terutama di Indonesia Timur, Bau-Bau, Jayapura, Papua, dan Kendari. Ini karena mereka penggemar ikan. Ikan lagi murah, jadi konsumsinya tinggi," ungkap dia. (gen)