ESDM Gabung Kontrak Produksi Migas East Kal dan Attaka

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 04/01/2017 11:40 WIB
ESDM Gabung Kontrak Produksi Migas East Kal dan Attaka Penggabungan karena kontrak bagi hasil produksi migas keduanya akan berakhir pada 31 Desember 2017 dan 24 Oktober 2018 mendatang. (www.skkmigas.go.id).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut akan menggabung dua kontrak bagi hasil produksi migas (Production Sharing Contract/PSC) yang akan habis dalam waktu dekat. Kedua Wilayah Kerja (WK) migas tersebut adalah blok East Kalimantan (East Kal) dan Attaka yang terletak di sisi timur pulau Kalimantan.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Tunggal menyebut, penggabungan itu dilakukan karena lokasi antara kedua WK tidak terlampau jauh. Selain itu, tanggal kedaluwarsa kontrak kedua blok migas itu juga tidak terpaut lama.

Sebagai informasi, pengelolaan blok Attaka bakal habis pada akhir tahun ini. Sementara, PSC di blok East Kal akan selesai tanggal 24 Oktober 2018 mendatang. "Maunya kedua kontrak itu digabung, tetapi kan tanggal berlaku kontraknya berbeda," ujar Tunggal di Kementerian ESDM, Selasa (3/1).


Karena ada jeda waktu setahun antar dua kontrak, maka blok Attaka perlu dikelola sementara waktu. Untuk itu, pemerintah telah menunjuk PT Pertamina (Persero) untuk mengelola sementara blok Attaka hingga penandatanganan PSC gabungan Attaka dan East Kal dilakukan.

Kendati demikian, Tunggal mengatakan, bukan berarti kedua blok itu nantinya dikelola Pertamina. Kepastian operasi kedua WK tersebut tentunya menunggu kepastian Menteri ESDM.

Walaupun, ia mengakui, perusahaan migas pelat merah itu mengajukan proposal untuk mengelola kedua WK tersebut setelah masa kontraknya habis dalam waktu dekat ini.

Sesuai pasal 28 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2004, Menteri ESDM bisa saja menyerahkan pengelolaan ke PT Pertamina (Persero) jika perusahaan pelat merah itu mengajukan permohonan untuk mengelola blok-blok migas yang habis masa kontraknya.

"Kan tengah diajukan mekanisme pengelolannya, bagaimana nantinya tinggal diputuskan pak menteri. Selesai nanti ya lihat, diskresi menteri kasih ke Pertamina semua atau seperti apa," tutur Tunggal.

Lebih lanjut ia menuturkan, Pertamina bisa menjalankan penugasan di blok Attaka lantaran memiliki waktu setahun untuk persiapan. “Jadi, mereka punya waktu untuk transisi,” imbuhnya.

Sebagai informasi, blok Attaka sebelumnya dikelola oleh Inpex Corporation Ltd dan blok East Kal dikelola oleh Chevron Indonesia Company. Namun, keduanya memastikan untuk menyetop operasinya di kedua blok di Kalimantan Timur tersebut.

Data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) melansir, produksi minyak blok East Kal per November 2016 tercatat 18.814 barel per hari, di mana angka ini tercatat lebih tinggi dibanding target Work Program and Budget (WP&B) sebesar 15.568 ribu barel per hari. 

Sementara itu, produksi gas blok East Kal tercatat sebesar 108 MMSCFD atau lebih tinggi dibanding target 83,7 MMSCFD. (bir/bir)