Pertamina Dapat Lampu Hijau Garap Blok Sanga-Sanga

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 04/01/2017 10:41 WIB
Pertamina Dapat Lampu Hijau Garap Blok Sanga-Sanga Pertamina direkomendasikan karena telah mengajukan proposal untuk mengelola Wilayah Kerja (WK) migas tersebut. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi lampu hijau bagi PT Pertamina (Persero) untuk mengelola blok Sanga-Sanga setelah masa kontraknya habis di tahun 2018 mendatang. Sinyal itu tertuang di dalam rekomendasi Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM kepada Menteri ESDM yang diserahkan beberapa waktu lalu.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Tunggal menyebut, Pertamina direkomendasikan karena telah mengajukan proposal untuk mengelola Wilayah Kerja (WK) migas tersebut. Meski demikian, keputusan akhir pengelolaan blok Sanga-Sanga tetap menunggu keputusan Menteri ESDM.

"Sejauh ini Pertamina saja yang mengajukan proposal. Tinggal tunggu saja keputusannya, karena surat dari Dirjen Migas ke Menteri ESDM kan sudah diserahkan, tunggu saja. Kalau Pak Menteri kan harapannya segera," ujar Tunggal di Kementerian ESDM, Selasa (3/12).


Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) blok Sanga-Sanga saat ini, Virginia Indonesia Co LLC (VICO) juga mengajukan minat untuk memperpanjang pengelolaan. Namun, Pertamina dipilih setelah pemerintah membandingkan dua proposal yang masuk.

Kendati demikian, ia enggan memberitahu poin-poin keunggulan Pertamina di dalam proposal itu.

"Dua perusahaan itu sudah ajukan proposal ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas). Kami, Ditjen Migas sudah panggil dua-duanya secara terpisah," tutur Tunggal.

Jika nantinya pengelolaan diberikan ke Pertamina, maka diperlukan masa transisi seperti kepegawaian, administrasi, dan data lapangan migas. Namun, berapa lama masa transisi itu tergantung kesanggupan Pertamina.

Tetapi, sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 30 tahun 2016, Pertamina bisa saja melakukan investasi terlebih dahulu namun tetap dioperatori KKKS lama. Dalam hal ini, ia mencontohkan masa transisi blok Mahakam dari Total E&P Indonesie ke Pertamina.

"Supaya persiapan kegiatannya juga cepat, maka Pertamina harus siap jauh-jauh sebelumnya. Sekarang keputusan blok Sanga-Sanga menunggu diskresi Menteri ESDM," jelas Tunggal.

Sebagai informasi, kontrak blok Sanga-Sanga akan habis pada tanggal 7 Agustus 2018. VICO sendiri telah menjadi operator di blok Sanga-Sanga sejak tahun 1968.

Menurut data SKK Migas, produksi minyak blok Sanga-Sanga per November 2016 tercatat sebesar 15.495 barel per hari, atau melebihi target Work Program and Budget (WP&B) 12.755 barel per hari. Sementara itu, produksi gas dari blok ini tercatat 236,8 MMSCFD yang lebih besar dari target 211,5 MMSCFD.

Blok Sanga-Sanga sendiri merupakan satu dari delapan kontrak bagi hasil produksi migas (Production Sharing Contract/PSC) yang akan habis antara tahun 2017 hingga 2018 mendatang. Kontrak-kontrak lainnya blok South East Sumatera yang dioperatori CNOOC SES Ltd, blok Tengah oleh Total E&P Indonesie, dan blok East Kalimantan yang dioperatori Chevron Indonesia Company.

Selain itu, terdapat pula kontrak dengan jenis Joint Operating Body (JOB) yang akan habis di tahun 2018 antara lain JOB Pertamina-Petrochina East Java di blok Tuban dan JOB Pertamina-Talisman di blok Ogan Komering. (gir/gir)