Emiten Logam, Bank, dan Konstruksi Berpotensi Bangkitkan IHSG

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Rabu, 11/01/2017 07:54 WIB
Emiten Logam, Bank, dan Konstruksi Berpotensi Bangkitkan IHSG IHSG hari ini akan berada dalam rentang support 5.264-5.350. Sedangkan, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak dalam rentang Rp13.225-Rp13.410. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bangkit (rebound) pada perdagangan hari ini, Rabu (11/1), didorong oleh penguatan saham sektor tambang logam, perbankan, dan jasa konstruksi.

Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menuturkan, Wall Street tadi malam bergerak fluktuatif ditutup bervariasi disebabkan pasar tengah menanti pidato Trump pada Selasa (10/1) waktu setempat. Menurutnya, pasar berharap Trump bisa mengurangi pernyataan kontroversialnya terutama terkait dengan kebijakan korporasi yang akan diambilnya nanti.

David merinci, indeks DJIA terkoreksi 0,2 persen di 19.855,53. Sementara, indeks S&P tutup stabil di 2.268,90, dan indeks Nasdaq mencatatkan rekor tertinggi baru di 5.551,82 atau naik 0,4 persen.


Sementara itu, IHSG ditutup negatif ke level 5.309 atau turun 6,44 poin (0,12 persen). Volume dan nilai transaksi masih relatif sepi seperti perdagangan sebelumnya.

"Koreksi IHSG terutama dipicu koreksi saham sektor tambang batubara, konsumsi, dan infrastruktur. Sedangkan saham sektoral yang berhasil rebound kemarin saham perbankan, aneka industri, dan tambang logam," terang David dalam risetnya, dikutip Rabu (11/1).

Dengan penguatan beberapa saham sektoral, David memprediksi IHSG bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi berpeluang rebound terbatas. Menurutnya, IHSG bergerak dalam rentang suppport 5.290 dan resisten 5.330.

Berbeda dengan David, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang memprediksi IHSG melanjutkan pelemahannya imbas dari jatuhnya harga minya dunia sebesar 2,3 persen, lalu harga batu bara terkoreksi 0,67 persen, dan jatuhnya DJIA.

Menurutnya, IHSG hari ini akan berada dalam rentang support 5.264-5.350. Sedangkan, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak dalam rentang Rp13.225-Rp13.410. (gen)