Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, instansinya memang telah menerima permintaan alokasi gas bagi industri dari Kementerian Perindustrian. Namun menurutnya, permintaan itu baru sekadar komitmen. Belum ada pernyataan resmi yang menyatakan bahwa industri-industri tersebut akan menyerap gas pipa dari Masela.
"Kalau permintaan sih satu urusan. Tapi apakah benar-benar ada industri hilir yang mau membangun apa tidak. Yang mau bangun siapa? Ada komitmennya tidak? Ini terkait dengan kapasitas kilang yang mau dibangun," jelas Jonan, Kamis (26/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika sudah ada komitmen dari industri, maka kapasitas final kilang diharapkan sudah bisa diketahui. Sebagai informasi, pemerintah memberikan dua opsi pembangunan kilang LNG Masela, yaitu 7,5 MTPA ditambah 474 MMSCFD gas pipa dan 9,5 MTPA ditambah 150 MMSCFD gas pipa.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian meminta Inpex Corporation untuk mengalokasikan gas pipa sebesar 474 MMSCFD bagi beberapa perusahaan. Alokasi gas itu masih menunggu persetujuan dari Kementerian Perindustrian.
Perusahaan tersebut terdiri dari PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan jumlah 240 MMSCFD, yang bisa digunakan untuk proyek Bintuni maupun pabrik baru di dekat blok Masela. Sementara itu, dua perusahaan lainnya adalah PT Kaltim Methanol Industry dengan alokasi 130 MMSCFD dan PT Elsoro Multi Pratama dengan alokasi 100 MMSCFD. (gen)