Gandeng BKPM, Jonan Pede Investasi Listrik dan Migas Meroket

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Senin, 30/01/2017 12:50 WIB
Gandeng BKPM, Jonan Pede Investasi Listrik dan Migas Meroket Tahun lalu komitmen investasi sektor migas sebesar Rp276 triliun, sedangkan investasi ketenagalistrikan dan panas bumi tercatat Rp135 triliun. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan berharap layanan investasi tiga jam di sektor ketenagalistrikan serta minyak dan gas bumi (migas) yang dilimpahkan instansinya ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bisa menggenjot komitmen investasi dua sektor tersebut tahun ini.

Jonan mencatat, tahun lalu komitmen investasi sektor migas sebesar Rp276 triliun, sedangkan investasi ketenagalistrikan dan panas bumi tercatat Rp135 triliun.

"Setelah perizinan ini dipercepat, kami mohon BKPM bisa membantu mengawal realisasi dari komitmen investasi ini. Di samping itu, kami juga ingin BKPM agar proaktif, karena nilai komitmen investasi ini sangat menjanjikan," tutur Jonan di Gedung BKPM, Senin (30/1).


Lebih lanjut ia mengatakan, instansinya tak hanya berpuas diri dengan meluncurkan periode tiga jam bagi sembilan izin usaha. Ia mengatakan, Kementerian ESDM juga akan menyederhanakan izin usaha di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) menjadi 20 izin yang sudah mencakup izin listrik, migas, hingga mineral dan batubara.

"Ini akan kami lakukan Februari atau Maret mendatang, sehingga lebih simple ya lebih baik," jelasnya.

Menurut data BKPM, sektor ESDM berkontribusi sebesar Rp490 triliun, atau 21 persen dari total realisasi investasi sebesar Rp2.333 triliun antara tahun 2012 hingga 2016. BKPM juga mencatat, rat-rata pertumbuhan realisasi investasi ESDM sebesar 17,9 persen dalam lima tahun terakhir.

Sebagian besar angka tersebut dikontribusi dari sektor ketenagalistrikan dengan angka Rp229,4 triliun, atau 47 persen dari realisasi investasi sektor ESDM di periode yang sama. Hal itu disusul oleh pertambangan batu bara dengan angka Rp71,4 triliun. (gen)