Jokowi Kritik Tumpang Tindih Belanja Antar Kementerian
Gentur Putro Jati | CNN Indonesia
Kamis, 02 Feb 2017 06:08 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku masih menemukan pemborosan anggaran yang dilakukan Kementerian/Lembaga (k/l) karena menggarap program yang relatif sama dengan instansi lainnya.
"Misalnya pengadaan perangkat IT, masalah pengadaan kapal, masalah radar, masalah bantuan UMKM. Tolong ini betul-betul dicermati," kata Jokowi, dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (1/2).
Jokowi meminta para menteri dan ketua lembaga untuk tidak malas berkoordinasi dalam melakukan penyusunan program yang akan dikerjakan di tahun berikutnya. Sehingga potensi pemborosan anggaran menjadi minim dan tidak terjadi tumpang tindih.
Mantan Walikota Solo juga berpesan agar para pembantunya tidak hanya fokus mengejar penyerapan anggaran, namun tidak memperhatikan hasil akhir dari program yang dijalankan.
“Memang betul anggaran harus terserap habis. Tetapi hasilnya harus baik, dan capaiannya juga baik," katanya.
Jokowi mengatakan bahwa program kerja seluruh k/l harus berorientasi pada hasil, bukan berorientasi prosedur.
"Pastikan program tersebut sesuai dengan prioritas pembangunan nasional kita. Pastikan juga program-program di kementerian dan lembaga yang saudara pimpin betul-betul prodktif dan berkontribusi pertumbuhan ekonomi. Ini penting sekali digarisbawahi," tegasnya. (gen)
"Misalnya pengadaan perangkat IT, masalah pengadaan kapal, masalah radar, masalah bantuan UMKM. Tolong ini betul-betul dicermati," kata Jokowi, dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (1/2).
Jokowi meminta para menteri dan ketua lembaga untuk tidak malas berkoordinasi dalam melakukan penyusunan program yang akan dikerjakan di tahun berikutnya. Sehingga potensi pemborosan anggaran menjadi minim dan tidak terjadi tumpang tindih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Memang betul anggaran harus terserap habis. Tetapi hasilnya harus baik, dan capaiannya juga baik," katanya.
"Pastikan program tersebut sesuai dengan prioritas pembangunan nasional kita. Pastikan juga program-program di kementerian dan lembaga yang saudara pimpin betul-betul prodktif dan berkontribusi pertumbuhan ekonomi. Ini penting sekali digarisbawahi," tegasnya. (gen)