Jabodetabek Banjir Lagi, Peritel Bersiap Diserbu Pembeli

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Selasa, 21/02/2017 10:18 WIB
Jabodetabek Banjir Lagi, Peritel Bersiap Diserbu Pembeli Masyarakat yang menjadi korban banjir akan menjadi lebih antisipatif atau cepat tanggap terhadap lingkungan sekitar, termasuk mengenai kebutuhan logistik. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hujan deras yang mengguyur sejak akhir pekan lalu membuat sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya harus terendam banjir. Kondisi tersebut memaksa masyarakat yang tinggal di daerah banjir menghentikan aktivitasnya seperti pergi bekerja maupun sekolah.

Namun untuk urusan belanja, kegiatan masyarakat untuk hal satu ini dinilai akan semakin meningkat. Wakil Ketua Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan, pada dasarnya masyarakat yang menjadi korban banjir akan menjadi lebih antisipatif atau cepat tanggap terhadap lingkungan sekitar, termasuk mengenai kebutuhan logistik. 

Hal ini juga membuat para pengusaha ritel seperti pasar swalayan hingga toko serba ada berlomba-lomba meningkatkan pasokan barang. Produk seperti mie instan, makanan kaleng, air mineral dalam kemasan, dan obat-obatan menjadi barang yang diprediksi bakal laris diborong oleh masyarakat saat menghadapi musim banjir. 


"Kalau soal daya beli masyarakat akan menurun itu tidak sepenuhnya terjadi, justru akan semakin meningkat karena untuk meningkatkan cadangan makanan. Mereka akan borong barang-barang kebutuhan yang sifatnya bisa dicadangkan," ujar Tutum kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/2). 

Jabodetabek Banjir Lagi, Peritel Bersiap Diserbu PembeliIlustrasi warga Jakarta berbelanja di supermarket saat banjir. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)


Ia menjelaskan, masyarakat yang memiliki kemampuan finansial tinggi umumnya akan lebih berusaha keras untuk mendapatkan barang-barang logistik. Jumlah barang yang dibeli pun umumnya dalam skala yang besar untuk mencukupi kebutuhan hingga jangka waktu panjang. 

"Kalau orang yang kebetulan mampu mereka akan usaha bela-belain keluar misalnya naik perahu karet untuk beli makanan, namun ada juga masyarakat yang mengandalkan bantuan dari orang atau pemerintah karena memang sudah terisolir tidak bisa kemana-mana lagi," jelasnya. 

Malas Hitung Kerugian

Menurutnya, bencana banjir yang melanda wilayah Jabodetabek merupakan langganan bagi para pengusaha ritel. Kerugian materi yang ditimbulkan pun menurutnya sudah tidak bisa dihitung.

"Kami tetap terganggu dengan banjir, namun ini kan sudah fenomena alam, kita masih bersyukur sistem distribusi kita masih baik sehingga tidak secara total melumpuhkan aktivitas ekonomi," katanya.