Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengungkapkan, Kementerian ESDM masih akan melihat langkah-langkah yang akan diambil anak usaha Freeport McMoran Inc ini terkait kesepakatan aturan izin rekomendasi ekspor dengan ketentuan status Kontrak Karya (KK).
"Nanti kami lihat. Saya juga enggak tahu tuntutan mereka apa. Kan belum tahu," kata Arcandra di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Freeport keberatan karena pemegang IUPK diwajibkan divestasi hingga 51 persen yang berarti kendali perusahaan bukan lagi di tangan mereka. Hal ini menjadi dasar rencana Freeport menggugat pemerintah ke Arbitrase Internasional.
Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan bahkan mengancam balik Freeport. Jonan menegaskan, pemerintah juga berhak melaporkan Freeport kepada arbitrase.
Senada dengan Jonan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bilang, Freeport harus angkat kaki dari Indonesia apabila kalah dalam arbitrase. Ia menilai, hal tersebut sebagai akibat dari keputusan yang diambil Freeport sendiri. (bir)